Catatan Anjos: Pendidikan
Info Lainnya
Loading...

Tahun 2022 Nanti, Ada 85.650 Guru Akan Pensiun


JAKARTA – Sebanyak 85.650 guru akan pensiun pada 2022 nanti, hal tersebut disampaikan oleh Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Didik Suhardi pada acara diskusi media di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (12/3/2019)
.
Didik menyatakan bahwa jumlah guru yang akan pensiun ini sudah disampaikan kepada Kementerian PAN dan RB sebagai salah satu pertimbangan untuk pola perekrutan guru.

Sehingga kedepannya, formasi perekrutan guru tidak hanya fokus pada pemenuhan kekurangan guru, tetapi juga mempersiapkan guru baru sebagai pengganti guru pensiun.

Kemdikbud telah menyampaikan tiga macam rekomendasi cara merekrut guru, yakni untuk memenuhi kekurangan guru, adanya penambahan akses seperti pembangunan sekolah baru dan ruang kelas baru, serta guru baru pengganti pensiun. Selanjutnya, berdasarkan hasil kesepakatan bersama antarlembaga dan kementerian, kebutuhan guru ini akan dipenuhi melalui perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dalam Perjanjian Kerja (P3K) yang akan dilakukan setiap tahun.

Karena untuk saat ini, pemerintah telah menargetkan, penyelesaian permasalahan guru honorer kategori 2 (K-2) berakhir pada 2024. Sehingga, pemerintah dapat menyiapkan skema baru untuk perekrutan guru. (SM)

Wapres Harapkan Guru Di Desa Harus Memperbaharui Kompetensi

JAKARTA, Guru-guru di desa harus memperbaharui kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan zaman. Karena saat ini tidak cukup target pendidikan di desa kalau hanya untuk pemberantasa butu huruf.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Kongres Asosiasi Pendidikan Masyarakat Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Menurut Jusuf Kalla saat ini yang terpenting bukan lagi melakukan hal sederhana seperti pemberantasan buta huruf. Sebab, saat ini jumlah buta huruf di Indonesia hanya tersisa 3 persen.

"Ilmu berkembang. Kalau guru-guru di desa tak diajarkan ilmu terus menerus, maka ilmunya akan stagnan. Jika stagnan ilmunya, maka muridnya juga stagnan. Jika muridnya stagnan, maka lowongan kerjanya juga stagnan," kata Kalla.


harapannya, para pakar pendidikan juga ikut memikirkan pembaharuan pendidikan kompetensi para guru, khususnya yang berada di desa agar siap menghadapi perubahan zaman.

"Karena itulah begitu banyak langkah-langkah. Saya yakin saudara-saudara semua yang memiliki keahlian, kemampuan, dan kesempatan untuk bekerja di daerah-daerah bisa memberikan manfaat yang besar bagi kita semuanya. Itulah harapan saya," lanjut Kalla. (SG)


Inilah Sejumlah Larangan Bagi Guru PNS dalam Pemilu 2019


Bandung – Didalam beberapa peraturan yang berlaku, Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dinyatakan tidak boleh terlibat dukung-mendukung calon pada Pemilu 2019. Sehingga Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) meminta agar seluruh guru PNS untuk bersikap netral.

Menurut FAGI berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Pasal 4 pada aturan itu melarang ASN/PNS memberi dukungan kepada calon presiden/wakil presiden dan calon anggota legislatif baik DPR, DPRD atau DPD.

"Kurangnya sosiolisasi kepada guru PNS tentang larangan itu, sehingga banyak yang terlibat dalam kegiatan kampanye Pemilu 2019, karena ketidaktahuan adanya regulasi yang melarang tersebut," kata Ketua FAGI, Iwan Hermawan, Minggu, (10/3/2019).

Berdasarkan regulasi yang berlaku, ada beberapa jenis-jenis perbuatan yang dilarang dilakukan Guru PNS dalam pemilu 2019. Perbuatan itu adalah sebagai berikut :

1. Memasang alat peraga yang mempromosikan dirinya atau orang orang lain sebagai peserta pemilu dan peserta pemilu dengan atau tanpa mengunakan atribut bakal pasangan /atribut partai politik. (UU Nomor 10 thn 2016,UU 17 thn 2017, PP 42 tahun 2004)

2. Mendeklarasikan sebagai pendukung peserta Pemilu. (PP 42 tahun 2004)

3. Menghadiri deklarasi dukungan terhadap calon peserta pemilu dan peserta pemilu dengan atau tanpa menggunakan atribut bakal pasangan calon/atribut partai politik. (PP 42 tahun 2004)

4. Mengunggah, menanggapi (seperti like,komentar, dan sejenisnya) atau menyebarluaskan gambar/foto peserta Pemilu melalui media online/media sosial. (PP 42 tahun 2004)

5. Menjadi pembicara/nara sumber/peserta pada kegiatan pertemuan peserta pemilu. (PP 42 tahun 2004)

6. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. (UU nomor 7 tahun 2017, UU Nomor 10 tahun 2016)

7. Terlibat dalam kampanye untuk mendukung peserta pemilu serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan. (PP 53 tahun 2010)

8. Memberikan fasilitas dan/atau dukungan finansial yang terkait dalam kegiatan kampanye kepada peserta pemilu. (UU nomor 7 tahun 2017)

9. Mengajak atau memobilasi orang lain untuk mendudukung peserta pemilu. (PP 35 tahun 2010)

Larangan terhadap guru tersebut harapan FAGI tidak membuat guru PNS menjadi golput. Justru membuat guru PNS memilih kandidat yang telah memiliki rekam jejak membela guru.

Fagi juga mengajak, masyarakat untuk melihat kondisi dilapangan, jika menemukan guru PNS yAng tidak netral, bisa menyampaikan ke FAGI atau langsung ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (SG)

Siswa Minta Kepala SMAN 1 Kotanopan Untuk Mundur Dari Jabatannya


Kotanopan, Siswa SMA Negeri 1 Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal meminta agar Kepala Sekolah, Siti Aminah untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan itu mereka sampaikan saat melakukan demontrasi di dalam lapangan halaman sekolah, Senin(4/3/2019).

Tuntutan agar mundur dari jabatan tersebut, menurut para siswa didasari atas sikap Siti Aminah yang otoriter dan arogansi. Sehingga kegiatan belajar mengajar kurang berjalan efektif.

Koordinator Aksi, Haris Muda Batubara dan  M. Lutd dalam saat berorasi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Dinas Pendidikan Provinsi yakni meminta Kepala Sekolah diganti,  karena sikap otoriter dan buruknya kepemimpinan Kepala Sekolah mempengaruhi kompotensi guru dan kondusifitas belajar mengajar.

Para Siswa mengancam jika tuntutan tidak disahuti,  maka mereka akan terus melakukan mogok belajar.

” Belajar mengajar tidak ada ketenangan lagi,  guru guru kami di intimidasi,  suasana tidak kondusif lagi,  warga sekolah resah.  Aspirasi ini harus kami sampaikan untuk perbaikan sekolah.  Terkait kegiatan ekstrakurikuker,  kita tidak pernah lagi mengikutinya, padahal itu merupakan tempat pengembangan  bakat siswa ” ujar Haris Muda Batubara.

Menanggapi demonstrasi tersebut, Kepala SMAN 1 Kotanopan Siti Aminah,  mengatakan bahwa dirinya siap menampung aspirasi baik dari guru dan siswa.  Namun dirinya berharap agar disampaikan secara elegan dan musyawarah.

” Sebagai solusi untuk hari ini,  rencananya,  Selasa (5/3/2019) akan dilaksanakan duduk bersama,  mulai dari Muspika Kotanopan,  perwakikan siswa,  guru,  dari UPT Dinas Pendidikann Provinsi dan unsur terkait lainnya untuk mencarikan solusi terhadap tuntutan siswa ini.  Jadi hari ini siswa kita minta kembali belajar dan besok  akan ada solusinya” ujar Kepala Sekolah.

Demontrasi tersebut sempat keluar menuju jalan Lintas Sumatera untuk menyampaikan aspirasinya,  namun pihak Polsek dan Muspika Kotanopan  mengarahkan agar demontrasi tetap  di halaman sekolah saja.

Para siswa yang berdemontrasi terlihat membawa dan membentangkan  poster - poster bertuliskan ” Tolak Kepala Sekolah yang arogan dan otoriter,  ganti Kepala Sekolah secepatnya,  kembalikan rasa kekeluargaan di sekokah,  tolak Kepsek yang merendahkan guru-guru kami,  tindak Kepsek yang menyalah gunakan jabatan, kami butuh bukan Kepsek yang sesuka hati” serta beberapa tulisan lainnya. (SMG)

Mendikbud Akui Bahwa Guru Honorer Masih Sangat Dibutuhkan


Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengakui bahwa guru honorer masih sangat dibutuhkan sebagai guru pengganti karena adanya guru yang pensiun, penambahan sekolah baru, penambahan ruang kelas baru, atau sebagai pengganti guru yang meninggal maupun mengundurkan diri.

 "Namun karena ada moratorium maka berakibat pada penumpukan. Oleh karena itu, kami ingin menyelesaikan masalah guru honorer agar kami bisa mengangkat guru dengan jalur reguler” ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy, kepada awak media seusai pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani berlangsung pada Selasa (23/1/2019), di kantor Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta.

Mendikbud menjelaskan, guru-guru honorer ini akan direkrut kemudian dilatih lagi agar kemampuannya meningkat.

“Kemarin kami sudah bicara ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), kalau bisa honornya diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU). Jangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena pasti nanti sulit", ujar Muhadjir Effendy.

Dijelaskan Mendikbud, Kemendikbud sudah melakukan sensus terhadap guru honorer. Dari hasil sensus tersebut, dari 736 ribu guru honorer, ternyata 30 ribu guru honorer diantaranya sudah tidak ada di sekolah.

 "Sehingga kami melakukan pembersihan data untuk menghapus yang sudah tidak lagi menjadi guru honorer,” ujar Mendikbud.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani, menyambut positif dan mendukung langkah-langkah yang ditempuh Mendikbud dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 

“Saya setuju dan mendukung agar ada semacam kemampuan influence dari pusat untuk bisa mempengaruhi atau bahkan memaksa daerah untuk bisa meningkatkan kualitas dan compliance (pemenuhan) mereka terhadap standar-standar yang kita inginkan” ujar Sri Mulyani.

Ditambahkan Sri Mulyani, persoalan guru sebenarnya terkait juga dengan lokasi sebab rasio antara jumlah guru dengan murid sudah bagus, tapi lokasinya tidak merata. "Yang perlu kita benahi adalah tata kelolanya. Saya hanya titip satu hal saja agar tata kelola guru kedepannya efisien dan tidak menimbulkan biaya tinggi maupun korupsi. Selain itu, jumlah guru juga perlu mencocokkan dengan kebutuhan guru mata pelajaran, jangan sampai salah,” Menkeu.

Ciri Guru Profesional Menurut Mendikbud


Jakarta - Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy menyampaikan 3 ciri seorang guru profesional. Hal tersebut disampaikannya saat memberi sambutan pada Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, Selasa (2/10/2018), di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Menurutnya ciri tersebut adalah memenuhi aspek kompetensi inti (expertise), tanggung jawab sosial (social responsibility), serta kesejawatan (esprit de corps).

"Ketiga aspek itu selaras dengan apa yang diungkapkan akademisi ternama Samuel Huntington," ucapnya, seperti dikutip dari kompas.com

Untuk memenuhi aspek kompetensi mumpuni, lanjut Muhadjir, guru mesti dilatih seprofesional mungkin.

Sementara itu, guna memenuhi unsur tanggung jawab sosial, kehadiran guru seyogianya memberi dampak bagi siswa maupun masyarakat.

"Terakhir, guru sebagai pekerja profesional mestinya bergabung dengan sesama rekan profesinya, agar dapat saling mengasah kecakapan. Seperti dokter, yang mana mereka turut memiliki asosiasi tersendiri," kata Muhadjir.

Lokakarya guru tersebut diselenggarakan untuk memperingati hari guru sedunia yang jatuh setiap 5 Oktober. ajang itu dinilai mampu meyakinkan para guru bahwa mereka berperan penting untuk generasi muda.

Akan Ada Seleksi PPPK Bagi Guru Honorer Berusia 35 Tahun Keatas

Jakarta - Para guru honorer berusia lebih
dari 35 tahun dapat mengabdi untuk negara melalui pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses seleksi itu akan dilakukan setelah seleksi CPNS 2018 selesai.

“Mudah-mudahan ini adalah solusi yang terbaik. Dengan kerendahan hati saya mohon kepada para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing, untuk membina, mengasuh, mengantar, dan mengajar anak-anak didik kita. Tetap fokus mengajar di sekolah,”  kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip dari kompas.com, Sabtu (22/9/2018).

Ia menegaskan, para guru honorer agar tak lagi melakukan kegiatan di luar tugasnya sebagai guru karena pemerintah telah memberi solusi. Juga agar tidak berkecil hati karena tidak dapat mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) karena terkendala usia yang melebihi dari persyaratan. Maka mengikuti seleksi PPPK adalah solusinya.

“Untuk para guru honorer yang tidak memenuhi syarat karena usia, pintu alternatifnya melalui seleksi PPPK dengan kualitas tetap diutamakan,” kata dia.

Oleh karenanya, Mendikbud mengimbau kepada pemerintah daerah dan kepala sekolah untuk tidak lagi mengangkat guru honorer.

Ada 108 Ribu, Formasi Guru CPNS Tahun 2018

Pada pelamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018 Sebanyak 108 ribu formasi guru diperuntukkan bagi instansi pemerintah daerah se Indonesia dan Kementrian Agama.

Formasi sebanyak 96 ribu diperuntukkan bagi Pemerintah Daerah yang membuka formasi pelamaran jabatan guru, yang terdiri dari Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88 ribu formasi dan Guru Agama sebanyak 8 ribu formasi.

Selain formasi guru untuk Instansi Pemerintah Daerah, masih ada formasi Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12 Ribu formasi. Sehingga jika di total ada 108 ribu formasi guru yang akan dilamar.

“Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini adalah untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis yang saat ini masih kurang, antara lain tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin, pada acara Rapat Koordinasi Penyampaian Rincian Penetapan Kebutuhan Formasi PNS dan Persiapan Pengadaan CPNS Tahun 2018 di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (06/09), seperti dikutip dari menpan.go.id

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor : 021/RILIS/BKN/IX/2018 tanggal 6 September 2018. Pendaftaran akan  dimulai 19 September 2018 melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui  portal mandiri oleh Instansi.

Formasi yang tersedia untuk diperebutkan oleh pelamar berjumlah 238.015 yang terdiri dari 51.271 jabatan untuk Instansi Pusat yakni 76 Kementerian/lembaga dan 186.744 jabatan untuk 525 Instansi Daerah.

Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer  Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018 hingga saat ini direncanakan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah.

Perihal syarat administrasi pendaftaran, Kepala BKN mengimbau seluruh Instansi penerima CPNS 2018 agar memberikan persyaratan yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat pelamar. Persyaratan seperti akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus disesuaikan dengan indeks prestasi di wilayah masing-masing.
Upacara Bendera Dilaksanakan Pada 3 Momen Berdasarkan Permendikbud Baru

Upacara Bendera Dilaksanakan Pada 3 Momen Berdasarkan Permendikbud Baru

Ada 3 momen pelaksanaan upacara bendera yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera Di Sekolah, ditetapkan tanggal 25 Juni 2018 ditandatangani oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy.

Pada pasal 2 tertulis :
(1) Upacara di sekolah paling sedikit dilaksanakan pada pagi hari setiap:
a. peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus;
b. hari Senin; dan
c. hari besar nasional.

(2) Hari besar nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c antara lain meliputi:
a. Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei;
b. Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei;
c. Hari Lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni; dan
d. Hari Pahlawan pada tanggal 10 November.

Itulah momen pelaksanaan Upacara Di Sekolah. Sejak 2018 ini Upacara Di Sekolah Wajib Nyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza.
Upacara Di Sekolah Wajib Nyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Upacara Di Sekolah Wajib Nyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza


Mulai tahun 2018 ini, setiap upacara bendera yang dilaksanakan di sekolah harus menyanyikan lagi Indonesia Raya secara lengkap 3 stanza. Selain itu Lagu Indonesia Raya juga tidak hanya dinyanyikan oleh kelompok paduan suara saja, namun seluruh peserta upacara.

Aturan baru dalam pelaksanaan upacara tersebut dimuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera Di Sekolah, ditetapkan tanggal 25 Juni 2018 ditandatangani oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy. Peraturan Menteri tersebut mulai diberlaku sejak tanggal
diundangkan yakni 29 Juni 2018.

" Lagu Indonesia Raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 dinyanyikan secara lengkap dalam 3 (tiga) stanza oleh peserta Upacara dengan berdiri tegak dan sikap hormat." demikian bunyi pasal 18 ayat 1 peraturan menteri tersebut.

Untuk sikap menghormat, dalam peraturan itu juga dinyatakan tidak hanya seperti menghormat pada umumnya yakni mengangkat tangan kanan sampai pelipis alis. Namun juga diperbolehkan hanya menempelkan tangan kanan dalam keadaan terkepal di dada kiri.

" Berdiri tegak dan sikap hormat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan berdiri tegak di tempat masing - masing dengan: 
a. mengepalkan telapak tangan kanan diletakkan pada dada sebelah kiri dengan ibu jari menempel di dada sebelah kiri atau mengangkat tangan kanan sebatas kepala dengan jari telunjuk menempel pada pelipis;
b. meluruskan lengan kiri ke bawah;
c. mengepalkan telapak tangan kiri dengan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha kiri; dan
d. menghadapkan wajah pada Bendera." demikian bunyi pasal 18 ayat 3 Permendikbud tersebut.

Selain lagu Indonesia Raya, lagu wajib nasional juga di nyanyikan oleh seluruh peserta Upacara, sementara Kelompok Paduan Suara hanya menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta.

" Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pemimpin Lagu/Dirigen bertugas:
a. memimpin seluruh peserta Upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu wajib nasional pada saat dan tempat yang telah ditentukan; dan
b. memimpin Kelompok Paduan Suara menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta pada saat dan tempat yang telah ditentukan." Bunyi Pasal 17 Permendikbud itu.

Juga telah ditentukan bahwa paling sedikit Upacara Bendera Dilaksanakan Pada 3 Momen Berdasarkan Permendikbud Baru itu.
Kemenag Inginkan UU Guru dan Dosen Dipisah

Kemenag Inginkan UU Guru dan Dosen Dipisah

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia berkeinginan agar Undang-undang 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen direvisi dengan memisahkan UU antara Guru dan Dosen. 

"UU 14 tahun 2005 sudah expired, sehingga mendesak untuk direvisi,” ujar Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno, dikutip dari Republika.co.id, Senin (23/7).

Menurutnya, pemisahan Undang-Undang guru dan Dosen harus dilakukan. Karena persoalan yang dihadapi antara guru dan dosen dalam melaksanakan tugas juga berbeda.

"Masalah guru dan dosen berbeda. Jadi perlu mendapat perlakuan dan payung hukum yang berbeda pula," kata Suyitno.

Apalagi menurut Suyitno UU nomor 14 tahun 2005 belum mengakomodir unsur tenaga pendidikan dan belum mampu menjawab tantangan dan isu guru saat ini. 
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar digolongkan menjadi dua yaitu faktor ekstern dan faktor intern.Faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri individu tersebut, sedangkan faktor intern yaitu faktor yang berasal dari dalam individu tersebut.

Dimyati dan Mudjiono dalam bukunya yang berjudul Belajar Dan Pembelajaran mengemukakan bahwa faktor intern yang dialami dan dihayati oleh siswa yang berpengaruh pada proses belajar sebagai berikut:

1) Sikap terhadap belajar. Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian tentang sesuatu, mengakibatkan terjadinya sikap menerima, menolak, atau mengabaikan. Siswa memperoleh kesempatan belajar. Meskipun demikian, siswa dapat menerima, menolak, atau mengabaikan kesempatan belajar tersebut.
2) Motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Motivasi balajar pada diri siswa dapat menjadi lemah. Tidak adanya motivasi belajar maka melemahnya kegiatan belajar dan hasil belajar rendah.
3) Kosentrasi belajar. Kosentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian.
4) Mengolah bahan belajar. Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswauntuk menerima isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi siswa.
5) Menyimpan perolehan hasil belajar siswa. Menyimpan perolehan hasil belajar siswa merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan cara memperoleh pesan. Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam waktu pendek dan waktu yang lama.
6) Menggali hasil belajar yang tersimpan. Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses mengaktifkan pesan telahterterima.
7) Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar. Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan suatu puncak hasil belajar. Pada tahap ini siswa membuktikan keberhasilan balajar, menunjukkan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas-tugas belajar atau mentransfer hasil belajar.
8) Rasa percaya diri siswa.
9) Intelengensi dan keberhasilan belajar.
10) Kebiasaan belajar.
11) Cita-cita siswa.

Sedangkan untuk Faktor-faktor ekstern tersebut adalah sebagai berikut:

1) Guru sebagai Pembina siswa belajar.
2) Prasarana dan sarana pembelajaran.
3) Kebijakan penilaian
4) Lingkungan sosial siswa di sekolah.
5) Kurikulum sekolah.
Sedangkan ,Slameto di bukunya yang berjudul Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya menjelaskan beberapa faktor-faktor intern yang dapat mempengaruhi balajar yaitu :

1) Faktor jasmaniah
a. Faktor kesehatan, sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagianya bebas dari penyakit.
b. Cacat tubuh, merupakan suatu yang menyebabkan kurang atau kurang sempurna mengenai tubuh/badan.

2) Faktor psikologis
a. Intelengensi, merupakan kecakapan yang terdiri tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan diri kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.
b. Perhatian, merupakan keaktifan jiwa yang dipertinggi dan jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu objek.
c. Minat, merupakan kecenderungan untuk memperhatikan dan mengenal beberapa kegiatan. Kegitan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang di sertai dengan rasa senang.
d. Bakat, merupakan kemauan untuk belajar yang akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata.
e. Motif, merupakan daya pengerak atau pendorong untuk melakukan sesuatu.
f. Kematangan, merupakan suatu tingkah atau fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.

3) Faktor kelelahan
a. Kelelahan jasmani, terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan tumbuh kecenderungan untuk membaringkan tubuh.
b. Kelelahan rohani, terlihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.

Lebih jauh Slameto mengemukakan beberapa faktor ekstern yang dapat mempengaruhi balajar yaitu:

1) Faktor keluarga
a. Cara orang tua mendidik
b. Relasi antar anggota keluarga
c. Suasana rumah
d. Keadaan ekonomi
e. Pengertian orang tua
f. Latar belakang kebudayaan

2) Faktor sekolah
3) Faktor masyarakat

Para ahli pendidikan merupakan faktor intern dan faktor ekstern, seperti guru, administrator pendidikan, konselor, terlibat secara langsung dalam proses pendidikan di sekolah. Dari uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar terdiri dari dua, yakni faktor intern dan faktor ektern.Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari diri seorang siswa, sedangkan faktor ekstern terdiri dari guru, orang tua, sekolah, faktor jasmaniah, psikolog serta administrator pendidikan.

Kemendikbud Siap Revitalisasi 18 SMK Menjadi SMK Perfilman

Kemendikbud Siap Revitalisasi 18 SMK Menjadi SMK Perfilman

Batu - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud) Didik Suhardi mengungkapkan setidaknya terdapat 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tahun ini siap direvitalisasi untuk menyiapkan tenaga terampil di bidang perfilman. Menurut Didik, Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMK sedang menyiapkan mekanisme bantuan teknis dan non teknis untuk mendorong peningkatan kapasitas SMK tersebut.

"Kemendikbud, dalam hal ini Pusbangfilm dan Direktorat Pembinaan SMK dapat memberikan pembinaan kepada SMK di bidang broadcasting agar dapat menyediakan tenaga perfilman yang berkualitas," tuturnya di acara pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan Perfilman Indonesia, di Batu Selasa malam (13/2/2018).

Menurut Sesjen Kemendikbud, dari hasil pemetaan, saat ini terdapat 112 SMK yang memiliki jurusan/peminatan broadcasting yang dapat dikembangkan menjadi SMK bidang perfilman. Kemendikbud akan memastikan pengembangan kapasitas SMK tersebut dapat menjawab tantangan perfilman nasional, khususnya dalam menghadapi era persaingan global. Hal ini sejalan dengan pengembangan salah satu sektor prioritas pemerintah, yaitu industri kreatif.

"Jangan sampai nanti tenaga-tenaga perfilman nasional kita diisi oleh tenaga dari negara-negara tetangga," ujar Didik.

Mendatang, Indonesia akan menjadi pasar perfilman yang menjanjikan. Didik berharap agar selain menjadi pasar, Indonesia juga dapat memiliki industri perfilman yang dapat disejajarkan dengan negara seperti India dengan Bollywood, atau Amerika Serikat dengan Hollywood. Sejalan dengan upaya pengingkatan kuantitas produksi film lokal dan jumlah penonton, peningkatan kualitas perfilman nasional juga terus dilakukan. Beragam kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya pemerintah daerah terkait proses produksi film sampai penyediaan tenaga terampil di level 3 sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) melalui SMK yang kewenangan pengelolaannya berada di bawah pemerintah provinsi.

"Saat ini jumlah penonton film Indonesia sudah meningkat cukup signifikan. Sebelum ada Pusbangfilm kita ketahui jumlah penonton sekitar enam belas juta per tahun. Sekarang sudah mencapai empat puluh dua juta per tahun. Ini harus kita jaga dan tingkatkan,"

Senada dengan Sesjen Kemendikbud, Niniek L. Karim mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menggairahkan industri perfilman nasional. Menurutnya, Pusbangfilm harus dapat berperan dalam meningkatkan kerja sama dan hubungan baik antar pemangku kepentingan perfilman nasional.

Rapat Koordinasi Pengembangan Perfilman Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusbangfilm, resmi dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh aktris senior Niniek L. Karim. Turut hadir dalam rakor kali ini perwakilan asosiasi dan komunitas perfilman, dinas pendidikan dan dinas kebudayaan provinsi, unit pelaksana teknis Kemendikbud, serta berbagai lembaga terkait perfilman nasional di antaranya Lembaga Sensor Film (LSF), Badan Perfilman Indonesia (BPI), dan Perusahaan Film Negara (PFN).

Berlangsung sampai dengan 15 Februari 2018, rakor kali ini mengusung tema “Kerja Bersama Memajukan Perfilman Indonesia”. Empat topik besar yang dibahas di dalam rakor kali ini di antaranya Kebijakan Perfilman; Pengembangan Apresiasi Film; Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Perfilman dan Komunitas Perfilman; serta Data Perfilman dan Rencana Induk Perfilman Nasional (RIPN). Di sela kegiatan, peserta rakor juga dapat menonton film Indonesia dari mobil bioskop keliling yang merupakan bantuan dari Pusbangfilm untuk dimanfaatkan PPPTK PKn dan IPS.
Sejak 2013, Guru SD ini Cabuli 65 Siswa Laki-laki

Sejak 2013, Guru SD ini Cabuli 65 Siswa Laki-laki

Surabaya – Seorang guru sekolah dasar di Surabaya, MSH (29) ditangkap polisi karena mencabuli siswa laki-laki sebanyak 65 orang. Dari penyelidikan, Perbuatan keji pelaku telah berlangsung sejak 2013. Korbanya rata-rata berusia 8-11 tahun.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat (23/2/2018), enam korban di antaranya telah melaporkan tindakan asusila pelaku ke polisi. Aksi bejat pelaku dilakukan di sejumlah tempat mulai dari ruangan kelas, kolam renang, hingga bus yang digunakan untuk karya wisata.

Saat ini polisi terus mendalami kasus asusila yang dilakukan guru ini dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk orangtua korban.

"Karena pelaku ini wali kelas, jadi pelaku ini main pegang-pegang korbannya, karena mungkin korban takut kepada gurunya yang juga merupakan wali kelas korban," jelas Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur.

Atas perbuatannya, dijerat dengan Undang-Undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
2018, Guru Tidak Urus Administrasi Lagi Ke Disdik

2018, Guru Tidak Urus Administrasi Lagi Ke Disdik

Jakarta, - Untuk Tahun 2018, Guru diusahakan tidak mengurus administrasi lagi di Kantor Dinas Pendidikan. Melainkan staf-staf dinas pendidikan langsung mendatangi sekolah untuk mengumpulkan semua administrasi kebutuhan guru. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, James Modouw, Sabtu (16/12/2017).

“Untuk selanjutnya akan ada perubahan di 2018. Nantinya dinas pendidikan akan menugaskan staf-stafnya turun ke sekolah-sekolah mengurus administrasi kepegawaian guru,” tutur James seperti dikutip dari jpnn.com.

Dia juga menjelaskan mengenai administrasi guru yang terbagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah administrasi edukatif untuk guru dalam menilai anak didik dan menyusun rencana pembelajaran sebagai bagian dari profesi. 

Kedua, administrasi kepegawaian. Selama ini guru-guru di daerah mengurus sendiri urusan kepegawaian ke dinas pendidikan. 

Ketiga, administrasi data tanpa tergantung dengan tata usaha di sekolah. Misalnya dari dana desa dikeluarkan untuk urusan data dalam sekolah dasar dengan melibatkan masyarakat yang berkompeten. 

"Ini sudah terbukti berhasil di beberapa tempat. Sehingga guru-guru tidak disibukkan dengan urusan administrasi,” terangnya. (jpnn)

Tidak Semua Laporan Pungli Dilingkungan Pendidikan adalah Pungli

 Jakarta - Laporan pungutan liar (pungli) yang diterima Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber) pungli teryata tidak semua dapat dikategorikan pungli. Hal tersebut dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy seperti dikutip dari cnnindonesia.com, kamis (3/8/2017).

"Saya sudah menugaskan Pak Irjen (Daryanto) untuk cek bagaimana duduk perkaranya. Kalau tidak salah, ada 199 laporan. Kemudian ternyata yang betul-betul pungli ada 10, dan itu kejadiannya memang di daerah," ujar Muhadjir.

Selama ini, kata Muhadjir, banyak aduan dari masyarakat yang diduga pungli namun ternyata tidak terbukti kebenarannya. Terutama terkait penggalangan dana oleh komite.

"Memang banyak yang diduga pungli namun ternyata itu pungutan resmi yang sudah mematuhi prosedur yang tercantum dalam Peraturan Menteri Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah," tutur Muhadjir.

Meski begitu, Muhadjir mengaku sudah melakukan kerja sama dengan tim saber pungli di tingkat pusat maupun daerah. Jika terjadi kasus serupa, sambungnya, Kemendikbud akan berkoordinasi dengan tim Saber Pungli setempat.

Kasek SMAN 27 Bandung di OTT, Ratusan Juta Uang Ditemukan Dibrangkas

Kepala SMA Negeri 27 Kota Bandung berinisial NK ditangkap Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari dalam berangkas kepala sekolah tersebut petugas menyita uang sebesar ratusan juta rupiah.

"Total uang yang ditemukan sebesar Rp 255.100.000 rupiah. Semua uang itu didapat dari brankas sekolah," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (27/7/2017).

Dari okezone.com dijelaskan bahwa uang itu terkumpul dari 79 orang siswa dengan masing-masing Rp. 12 juta dengan modus uang pembangunan ruang kelas baru, mobiler dan biaya operasional pertahun bagi siswa jalur regular.

Selain itu, juga dipungut kepada siswa pindahan sebanyak 10 orang dengan modus dana partisipasi sebesar Rp 5 juta hingga Rp.7,5 juta.

Kepsek SMAN 27 Kota Bandung tersebut, tengah diminta keterangan di Mapolda Jabar.

Pengertian Belajar

Belajar bukan hanya sekedar tahu, menguasai ilmu dan menghafal semua teori yang dihasilkan orang lain, tetapi belajar merupakan proses berpikir. Slameto (2010:2) menyatakan bahwa,bBelajar adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Serta Hamalik (2001:27) menyatakan bahwa,Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modification or strengthening of behavior trough experiencing).

Menurut Amri (2013:24) belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen atau menetap karna adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Hal ini sesuai dengan Mudjiono (2009:190) yang mengemukakan, Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. sebagai tindakan, maka belajar hanya dapat dialami oleh siswa sendiri. Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan amat tergantung pada proses belajar dan mengajar yang dialami siswa dan pendidik baik ketika para siswa itu di sekolah maupun di lingkungan keluarganya sendiri.

Selanjutnya menurut Tim Pengembang MKDP (2012:128) mengatakan bahwa Belajar merupakan suatu proses interaksi antara berbagai unsur yang berkaitan. unsur utama dalam belajar adalah individu sebagai peserta belajar, kebutuhan sebagai sumber pendorong, situasi belajar, yang memberikan kemungkinan terjadinya kegiatan belajar. dengan demikian, manifestasi belajar atau perbuatan belajar dinyatakan dalam bentuk perubahan tingkah laku.

Sedangkan menurut Hintzman dalam Amri (2013:39) mengatakan belajar ialah perubahan yang terjadi pada organisme disebabkan pengalaman tersebut yang bisa mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut. Hal ini senada dengan Dahar dalam Purwanto (2008:42) yang mengatakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati melalui kaitan antara stimulus dan respon menurut prinsip yang mekanistik.

Jadi, berdasarkan pengertian belajar di atas menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu, yang membawa perubahan tingkah laku karena pengalaman dan latihan, yang mencakup pengetahuan (kognitif), sikap dan nilai (afektif), dan keterampilan (psikomotor).

Hakikat Profesi Guru

Untuk seorang guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar ia dapat melaksanakan tugasnya secara professional, yaitu sebagai berikut :

a.Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.

b.Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.

c.Guru harus dapat membuat urutan dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dalam usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik.

d.Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi) agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajaran yang diterimanya.

e.Sesuai dengan prinsip repetisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas.

f.Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

g.Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.

h.Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

i.Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaan tersebut.

Guru dapat melaksanakan evaluasi yang efektif seerta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta dapa melakukan perbaikan dan pengembangan. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang telah demikian pesat, guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji infomasi, tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi.

Pada dasarnya perubahan perilaku yang dapat ditunjukan oleh peserta didik harus dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru. Atau dengan kata lain, guru mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku peserta didik. Untuk itulah guru harus dapat menjadi contoh (suri teladan) bagi peserta didik, karena pada dasarnya guru adalah representasi dari sekelompok orang pada suatu komunitas atau masyaratkat yang diharapkan dapat menjadi teladan, uang dapat digugu dan ditiru. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka perlu perubahan dalam cara mengajar guru melalui peningkatan kemampuan mengajar. Sehingga kebiasaan lama yang kurang efektif dapat segera terdeteksi dan perlahan-lahan dihilangkan.

Mengutip pendapat Hamzah B. Uno menjelaskan bahwa perlu adanya perubahan kebiasaan dalam cara mengajar guru yang diharapkan akan berpengaruh pada cara belajar siswa, diantaranya adalah sebagai berikut :

a.Memperkecil kebisaan cara mengajar guru (calon guru) yang cepat merasa puas dalam mengajar apabila banyak menyajikan informasi (ceramah) dan terlalu mendominasi kegiatan belajar peserta didik.

b.Guru hendaknya berperan sebagai pengarah, pembimbing, pemberi kemudahan dengan menyediakan berbagai fasilitas belajar, member bantuan bagi peserta yang mendapat kesulitan belajar, dan pencipta kondisi yang merangsang dan menantang peserta untuk brpikir dan bekerja.

c.Mengubah dari sekedar metode ceramah dengan berbagai variasi metode yang lebih relevan dengan tujuan pembelajaran, memperkecil kebiasaan cara belajar peserta yang baru merasa belajar dan puas kalau banyak mendengarkan dan menerima informasi dari guru, atau baru belajar kalau ada guru.

d.Guru hendaknya mampu menyiapkan berbagai jenis sumber belajar sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri dan berkelompok, percaya diri, terbuka untuk saling memberi dan menerima pendapat orang lain, serta membina kebiasaan mencari dan mengelolah sendiri informasi.

Pengertian Profesionalisme Guru

Istilah profesionalisme berasal dari kata profesion, yang artinya pekerjaan. Dalam buku yang ditulis oleh kunandar yang berjudul guru Professional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disebutkan juga bahwa profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni oleh seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian tertentu. menurut Martinis Yamin profesi mempunyai pengertian yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian, kemampuan, teknik dan prosedur berdasarkan intelektualitas.

Berdasarkan berbagai pengertian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa profesi adalah suatu pekerjaan atau keahlian yang mensyaratkan kompetensi intelektualitas, sikap dan ketrampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan secara akademis.

Guru sebagai profesi berarti guru sebagai pekerjaan yang mensyaratkan kompetensi (keahlian dan kewenangan) dalam pendidikan dan pembelajaran agar dapat melaksanakan pekerjaan tersebut secara efektif dan efisien. Adapun mengenai pengertian profesionalisme itu sendiri adalah suatu pandangan bahwa suatu keahlian dalam tertentu diperlukan dalam pekerjaan tertentu yang mana keahlian itu hanya diperoleh melalui pendidikan khusus atau latihan khusus.

Jadi profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Sementara itu guru yang professional merupakan guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. atau dengan kata lain maka dapat disimpulkan bahwa guru professional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.
[#][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done