PERKATAAN TANPA ACTION TAK ADA FAEDAHNYA

Andi Telaumbanua

Oleh : Bung Sukur Oktavianus Daeli

Semua makhluk di bawah kolong langit ini pasti bisa mengeluarkan bunyi. Bahkan benda mati sekalipun ketika ada sesuatu yang mempengaruhinya seka-sekali bisa mengeluarkan bunyi pula. Lalu pertanyaannya, seperti apa bunyi yang keluar ? kemudian apa makna dari setiap bunyi yang terdengar ? apa ada faedahnya ? atau sebaliknya justru hanya untuk membuat kekacauan,  ataupun membuat pendengaran kita sakit, bahkan membuat kita bosan karna tak ada sesuatu yang baru.
Setiap makhluk hidup mengeluarkan bunyi digunakan untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu kepada lingkungannya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai akal dan pikiran sehingga berbeda dengan makluk ciptaan Tuhan lainnya. Tentunya manuasia yang berakal budi, memikirkan apa yang berguna, bermanfaat dan berdampak positif untuk perkembangan lingkungan yang lebih baik untuk memcaipai kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian dalam mangarungi hidup yang penuh misteri.
Manusia merupakan makhluk social yang tidak bertahan hidup sendiri, sehingga diakui tidaknya setiap orang selalu membutuhkan orang lain. Tanpa komunikasi yang baik satu sama lain maka manusia akan menjadi serigala bagi sesamanya. Sebagai bangsa yang telah merdeka, maka setiap orang berhak mengemukan pendapat. Baik dalam komunitas yang sedikit maupun dalam komunitas yang bayak.
Didalam sebuah pertemuan (Forum) formal atau tidak setiap orang mengemukakan pendapatnya dengan merangkai kata-kata sedemikian rupa menjadi sebuah kalimat sehingga dapat diterima oleh semua orang pada saat itu tanpa berpikir panjang. Namun seringakali setiap orang mengemukakan pendapat yang sifatnya mempertahankan tanpa memikirkan dampak dari apa yang disampakainnya. Apa susahnya untuk berkata-kata, yang menjadi permasalahannya mampukah setiap orang mempertanggungjawabkan sekaligus melaksakannya sehingga dapat dipercaya. Kalau sudah sampai di tahapan ini orang lebih memilih diam. Yang sering terjadi kata tinggalah sebuah kata, janji tinggallah janji. Kalau kejadiannya seperti ini apa yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya ?
Disalah satu kitab suci dinyatakan “Iman Tanpa Perbuatan Sia-Sia” beranjak dari hal itu muncullah sebuah kalimat yang berberbunyi “Perkataan Tanpa Tindakan (Action) Tak Ada Faedahnya/Sia-Sia” setiap kata yang keluar dari mulut mempunyai arti tersendiri baik bagi setiap orang yang mendengarkan maupun terhadap lingkungan sekitar. Namun satu hal yang perlu kita tahu bahwa setiap yang kita perbuat orang bisa saja manilai menilai baik ataupun buruk tergnatung dari sudut pandangnya.
Setiap Kata adalah Doa” adalah sebuah ungkapan sederhana yang dilantunkan oleh Wali dalam sebuah lagunya yang berjudul Selingkuh. Ungkapan ini, banyak orang mengakui ada benarnya dibuktikan pada pengalaman-pengalaman yang telah terjadi baik pada masa sekarang maupun pada masa lampu. Oleh sebab itu, mari berhati-hati didalam kita berkata-kata. Sebelum berbicara ada baiknya kita memikirkan apa maksud dari pembicaraan kita. Apakah bermakna atau berguna bagi orang banyak, apakah ada hubungannya dengan konteks yang sedang dibicarakan, lalu bagaimana tindakan kita setelah menyampaikannya. Tapi satu hal inspirasi sederhana buat kita jangan pernah enggan dalam menyampaikan pendapat yang konstruktif, apa yang menurut kita penting dan baik untuk dilaksanakan. Karena hanya dengan cara itu, membuat kita memberanikan diri untuk memulai langkah. Kegagalan terbesar dalam hidup ini adalah ketika kita takut untuk memulai. Perlu kita ingat setiap perjuangan pasti ada korbannya.
Penulis Mahasiswa Pendidikan Matematika,
Wakil Komisaris Bidang Litbang Komisariat GmnI FPMIPA IKIP Gunungsitoli

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)